Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan

Budidaya Tanaman Buah: Tabulampot Kelengkeng Dataran Rendah

Pendahuluan

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) dimasa ini sedang trend dimasyarakat dan memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di tanah/lahan. Diantaranya tabulampot bisa diletakkan dimana saja dan bisa dipindahtempatkan kapan saja, tidak memerlukan lahan khusus, keberadaan tabulampot di suatu lingkungan memberikan kesan asri dan memperindah lingkungan.

Usaha tabulampot memberikan peluang bisnis. Dari segi analisa NVP usaha tabulampot mempunyai nilai yang tinggi. Sebuah tabulampot kelengkeng misalnya dengan modal awal Rp 150.000 dengan teknik pemeliharaan yang benar umur 2,5 tahun bernilai jual Rp1.500.000 – Rp2.000.000. dan untuk kelengkeng umur lebih dari 3 tahun pada saat berbuah bisa mencapai harga lebih dari 4.500.000.

Salah satu tanaman buah yang biasa dijadikan tabulampot adalah kelengkeng dataran rendah. Ada beberapa hal yang menentukan dalam keberhasilan membuahkan tabulampot diantaranya adalah: benih, pot/wadah/tempat tumbuh, media pertumbuhan, teknik pemeliharaan, serta beberapa perlakuan lain.

Pemilihan Benih

Benih merupakan faktor yang penting dalam penanaman tabulampot. Beberapa varietas kelengkeng dataran rendah hasil introduksi dapat dijadikan tabulampot adalah; Diamon River, Pingpong, Kristalin dan aroma duren.

Benih yang baik dicirikan sebagai berikut:

  • Sehat dan tumbuh normal sesuai usianya, benih cukup umur minimal berumur 1 tahun.
  • Batang kokoh, percabangan tumbuh kesegala arah dan berdaun rimbun.
  • Tidak cacat atau terserang penyakit.
  • Besar batang bawah dan atas seimbang (benih asal perbanyakan vegetatif gabungan)
  • Sedangkan untuk benih asal cangkok batang/pokok pohon seimbang dengan percabangan.

Ada beberapa benih asal perbanyakan vegetatif yang digunakan, yaitu cangkok, okulasi, susuan dan sambung pucuk. Benih asal cangkokan lebih genjah berbuah pada umur 1 tahun, namun mempunyai kelemahan yakni perakaran kurang kuat dan mudah rebah sehingga harus dibantu dengan pengajiran (pemasangan penyangga/cropping), percabangan pendek dan tajuk kurang teratur.

Benih asal okulasi dan sambung pucuk kurang lebih mempunyai kesamaan yakni berbuah umur 1,5 tahun) juga memiliki perakaran yang lebih kuat dan banyak.

Wadah/Pot

Pemilihan pot dalam tabulampot setidaknya memiliki beberapa aspek, yaitu peran sebagai wadah untuk pertumbuhan harus mempertimbangkan ukuran pot (kecil, sedang  atau besar), bentuk pot (ceper atau tinggi). Dari segi estetika pot juga harus mendukung keindahan penampilan. Beberapa jenis pot yang dapat digunakan adalah pot plastik, pot semen dan pot dari berkas drum oli. Perbedaan bahan pembuat pot tidak berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman, pot plastik lebih ringan dan mampu bertahan 5 tahun, pot dari drum hanya bertahan 3 tahun sedangkan pot semen mampu bertahan lama namun berat sehingga sedikit kesulitan pabila melakukan pemindahan dan rawan pecah.

Ukuran pot yang ideal untuk tabulampot berdiameter paling tidak 60 – 70 cm ketinggian 70 cm. Bentuk yang disarankan adalah agar silinder dengan konstruksi bagian bawah tidak terlalu menyempit.

Media Tanam

Tidak ada patokan baku komposisi dan jumlah takaran media tanam, setiap orang memiliki komposisi yang berbeda dengan segala argumentasinya. Ada beberapa kaidah yang menentukan media tanam ideal untuk tabulampot yaitu:

  • Pemilihan media tanam sangat tergantung pada kemudahan media diperoleh
  • Media memiliki sifat airasi dan drainase yang baik yang menentukan keremahan dan kegemburan media.
  • Mengandung unsur hara mineral organik dan anorganik yang cukup.
  • Derajat keasaman (pH) yang sesuai.
  • Bobot media ideal (tidak terlalu berat).

Salah satu komposisi media tanam adalah; tanah subur, pupuk kandang, sekam bakar dengan jumlah takaran/perbandingan 1:1:2. Tanah subur secara kasat mata terlihat kehitaman dan bertekstur gembur, pupuk kandang disarankan campuran berasal dari kambing dan ayam, penggunaan sekam bakar lebih dianjurkan dari pada sekam mentah.

Media tanam juga perlu diberikan campuran lain, seperti NPK (250 gram per meter kubik media jadi), kapur pertanian, nematisida dan fungisida.

Penanaman

Penyiapan media ke dalam pot dilakukan sebelum pengisian, lubang pot ditutup dengan pecahan genting supaya media tidak larut namun air siraman mampu mengalir, beri sekam mentah atau sekam bakar sebagai dasar setebal 5 cm.

Penanaman benih dilakukan dengan membuka wadah/polibag dengan hati-hati sehingga bola akar tidak hancur, tanam benih dengan posisi ditengah pot dan lakukan penyiraman.

Pemeliharaan

Pemeliharaan rutin merupakan salah satu kunci keberhasilan tabulampot yang meliputi:

Penyiraman dilakukan setiap hari apabila musim kemarau, penyiraman dilakukan secara total artinya tidak hanya pada media tapi juga pada bagian tanaman untuk memberi kesegaran dan menghilangkan debu/kotoran yang menempel pada daun atau cabang.

Pemupukan dilakukan dengan dua aplikasi yakni pupuk akar dan daun. Tahun pertama pemupukan melalui media menggunakan NPK dengan unsur N tinggi setiap dua bulan sekali dengan cara dibenamkan dalam media sekeliling pot, pemupukan musim kemarau dilakukan dengan dikocor dengan takaran 30 gram per liter air NPK.

Masa pertumbuhan generatif untuk asal benih susuan dan cangkokan dimulai umur 12-13 bulan ST. Pemupukan menggunakan NPK dengan kandungan unsur P dan K yang lebih tinggi (misalnya: NPK 15-17-17) dengan frekuensi pemberian sama.

Pupuk daun diberikan 1 minggu sekali bersamaan dengan insektisida untuk pencegahan hama, jenis pupuk daun yang bisa digunakan diantaranya; Gandasil, Bayfolan, Hyponex, Mamigro dall.

Pemberian pupuk kandang ayam dilakukan 3 bulan sekali dengan cara ditaburkan diatas media dan bisa bersamaan ketika pemupukan menggunakan NPK.

Pemberian ZPT atau hormon untuk perangsang pertumbuhan generatif (pembungaan) bisa diaplikasikan seperti Pupuk Hantu, Nasa atau Bambu Hijau, namun pupuk ini hanya bersifat perangsang atau pemacu (dopping) keberhasilan kualitas dan kuantitas buah tetap tergantung dari pemberian pupuk yang rutin.

Pada saat pembungaan untuk menghindari kerontokan dilakukan penyemprotan dengan atonik dengan konsentrasi 25 ml/l air, penyemprotan sore hari pada bunga dilakukan 3 hari sekali dan diaplikasikan dengan insektisida sampai mulai terbentuk pentil buah.

Pembungaan kelengkeng umumnya terjadi di bulan Oktober-Desember dan musim buah terjadi di bulan Januari-Maret, diluar itu ada masa buah sela yang kuantitasnya lebih sedikit. Tabulampot Kelengkeng dapat berbuah 2-3 kali setahun.

 

(Sumber: UPTD Balai Benih TPH Provinsi Kalimantan Selatan)

4 Comments on Budidaya Tanaman Buah: Tabulampot Kelengkeng Dataran Rendah

  1. Terima kasih artikelnya sangat berguna. Forum berkebun kebunpedia.com adalah tempat berbagi ilmu seputar budidaya tanaman tabulampot, lengkap. Jika Anda suka Anda bisa bergabung, 100% gratis, saling berbagi ilmu dan senyum dan kehangatan 🙂

    • Suka tabulampot walau lahan kecil ditempatkan didepan rumah walau terkadang buah kelengkengnya ada ya ambil, terima kasih atas ilmu diatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*