Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan

Teknologi Benih Buah: Perbanyakan Benih Lengkeng Metode Susuan

 

Jenis-jenis Lengkeng (Nephelium longan)

Tanaman lengkeng berbatang kayu keras berwarna kemerahan dapat tumbuh hingga 10-12 m. Tajuk rimbun oleh daun majemuk yang berpasang-pasangan 3-6 pasang disetiap tangkai. Buah berwarna coklat cerah, berfaging putih bening, manis, berair dan harum dengan biji coklat kehitaman.

Ditinjau dari kesesuaian lingkungan budidayanya, lengkeng dibagi menjadi 2 kelompok yakni:

Lengkeng Dataran Rendah

Kelompok ini berbuah secara alami tanpa perlakuan khusus dan genjah (berbuah umur 1 tahun ST). Jenis yang beredar di pasaran adalah: Ping-pong, Doamond Silver, Crystalin, Aroma Durian, Puan Ray, dan Lengkeng Jenderal.

Lengkeng Dataran Menengah dan Tinggi

Habitatnya pada dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 400 m d.p.l, kelompok ini umur berbuahnya rata-rata diatas 5 tahun perlu perlakuan khusus untuk membuah (pemberian hormon pemacu pembungaan). Jenisnya adalah: Itoh, Batu, Leci, Selarong, Sugiri, Kaisar, Phuan Thong, Beaw Keaw dll.

Varietas Unggul

Sesuai dengan UU no 12 bahwa benih yang diedarkan harus dilakukan pelepasan terlebih dahulu, sehingga masyarakat pengguna benih mendapat perlindungan dan jaminan mutu benih (gentik, fisik, dan patologi).

Besarnya animo masyarakat untuk membudidayakan lengkeng (terutama jenis dataran rendah) disikapi pemerintah pusat dengan merilis beberapa lengkeng varietas unggul.

[table id=11 /]

[table id=12 /]

Perbanyakan Benih

Ketersedian benih bermutu tanaman lengkeng merupakan tumpuan utama untuk mencapai keberhasilan dalam usaha budidaya tanaman lengkeng. Sedangkan ketersedian benih merupakan produk akhir dari proses perbanyakan yang diperoleh melalui penerapan teknik dan teknologi perbanyakan.

Perbanyakan lengkeng dilakukan dengan berbagai metode diantranya cangkok, susuan, okulasi dan sambung sedangkan perbanyakan dengan biji dilakukan untuk batang bawah.

[table id=13 /]

Perbanyakan dengan cangkok secara komersil tidak banyak dilakukan karena kurang disukai konsumen. Perbanyakan secara okulasi memiliki tingkat kesulitan tinggi namun lebih menghemat penggunaan entres. Pemilihan entres pada sambung pucuk harus pada stadia yang tepat.

Metoda penyusuan lebih efektif karena umur batang bawah tidak terlalu lama (minimal 6 bulan), pada stadia apapun entres bisa disusukan dan tingkat keberhasilan benih jadi bisa mencapai 100%.

Metode Penyusuan

Metode susuan adalah penggabungan dua tanaman menjadi satu, dimana batang bawah dipotong pada bagaian titik tumbuhnya (apical) kemudian disusukan ke tunas muda pada pohon induk sebagai batang atas. Kedua bagian tanaman masih berhubungan dengan perakarannya.

Karena kedua bagian (batang bawah dan entres) masih berada pada perakarannya akan mempercepat proses penyatuan kambium dan luka pada sayatan segera pulih.

Metode penyusuan ada 2 teknik, yaitu susuan duduk dan susuan gantung. Pada susuan duduk, polibag batang bawah di “dudukkan” di atas para-para atau balok. Sedangkan susuan gantung polibag digantung pada dahan pohon induk atau pada tiang kayu/bambu, oleh karenanya sebaiknya menggunakan campuran media tanam yang ringan.

batang_bawah_lengkeng

Proses Penyusuan

Potong batang bawah dengan ketinggian ideal dengan kondisi batang bawah, iris ujung potongan di kedua sisinya berbentuk baji.

Penyapihan

Penyapihan dilakukan dengan memotong separuh diameter terhadap batang atas 2 minggu setelah penyusuan, hal ini agar suplai makan dari batang bawah optimal

Pemotongan dan Pemeliharaan

Pemotongan seluruhnya (total) terhadap entres dilakukan 2 minggu setelah penyapihan, pemotongan dilakukan 5 cm dari bidan pengikatan.

Letakkan benih di tempat yang terduh agar tidak stress selama 2 minggu, lakukan pemeliharaan secara optimal hingga benih siap disalurkan.

pemotongan_dan_pemeliharaan

(Sumber: UPTD Balai Benih TPH Provinsi Kalimatan Selatan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*